Kini Investasi Bisa Mulai Dari 100 Ribu Aja Lho!

portal informasi 2022

Kini Investasi Bisa Mulai Dari 100 Ribu Aja Lho!

Kini Investasi Bisa Mulai Dari 100 Ribu Aja Lho!
Kini Investasi Bisa Mulai Dari 100 Ribu Aja Lho!
Investasi identik dengan modal besar. Rasanya investasi terdengar tidak mungkin bagi para pekerja di entry level atau pemula. Namun, pikiran itu salah besar lho! Zaman kini memulai investasi 100 ribu bukan hal yang nggak mungkin dikerjakan.

investasi emas lewat platform online juga pantas dicoba. Kamu mampu pilih investasi emas online dari forum pembiayaan resmi mirip Pegadaian Digital atau lewat beberapa marketplace terkenal. Modal 100 ribu pun sudah cukup untuk membuka Tabungan Emas atau layanan sejenisnya.

Namun, apakah investasi emas online tidak mengandung riba? Membeli emas tidak tunai disebut riba bila emas dianggap sebagai mata duit. Di Indonesia, emas bukanlah mata uang, tetapi berupa komoditas. Maka, berinvestasi emas secara online tetap bisa kamu lakukan.

P2P Lending Syariah

Fintech P2P lending syariah lagi naik daun lho! Cukup dengan investasi 100 ribu saja, kamu mampu mendaftarkan diri sebagai pemberi bantuan. Bedanya, P2P lending syariah menerapkan prinsip pembiayaan dalam bentuk perdagangan (murahabah) dana kesepakatan koordinasi bisnis (mudharabah).

Kamu bisa menanamkan sebagian dana eksklusif ke platform P2P lending syariah mirip Qazwa. Nantinya, pengelola akan menyalurkan dana tersebut selaku pembiayaan UMKM tertentu sesuai pengajuannya.

Aman nggak berinvestasi (qazwa.id/blog/investasi-syariah-online) di sini? Pasti kondusif dan bebas riba, sebab telah berlandaskan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Apalagi, syarat berinvestasi juga gampang dan modal awal relatif kecil.

Berbekal bantuan teknologi terkini, kamu mampu memantau perkembangan investasi di P2P lending syariah lewat aplikasi smartphone atau mengakses platform pengurus investasi. Mudah kan?

Itulah tiga jenis investasi 100 ribu yang bisa kamu pilih. Sekarang cari mana yang paling sesuai dengan gayamu. Makara, modal terbatas bukan lagi argumentasi untuk menunda mulai berinvestasi. Setuju?
Advertisement

Iklan Sidebar